hanif Seorang perantau yang ingin sukses dengan belajar SEO

Jenis-Jenis Transformator

jenis-jenis transformator

Jenis-Jenis Transformator Transformator (Trafo) adalah perangkat penting dalam setiap rangkaian jaringan listrik yang umumnya digunakan untuk mengubah suatu taraf tegangan AC ke taraf tegangan lainnya tanpa adanya kontak fisik serta tanpa terjadi perubahan pada karakteristik fasa dan frekuensi.

Pengubahan level atau taraf tegangan AC tersebut terjadi karena adanya induksi elektromagnet antara kumparan primer dan kumparan sekunder.

Nah pada artikel kali ini mimin akan membahas mengenai jenis-jenis transformator. Untuk itu simak pembahasannya disini.

Jenis-Jenis Transformator (Trafo)

Ada beberapa jenis trafo yang dapat digunakan dalam sistem kelistrikan untuk keperluan yang berbeda-beda pula.

Keperluan tersebut diantaranya seperti trafo yang digunakan untuk pembangkit tenaga listrik dan untuk keperluan distribusi dan transmisi tenaga listrik.

Perangkat yang dalam bahasa Inggris disebut dengan Transformer ini bisa diklasifikasikan berdasarkan beberapa jenis.

Diantaranya seperti pengklasifikasian berdasarkan level tegangan, berdasarkan pengaturan lilitan, berdasarkan bahan inti (core), berdasarkan penggunaannya dan berdasarkan tempat penggunaannya.

Nah berikut ini merupakan beberapa jenis transformator (trafo) berdasarkan masing-masing pengklasifikasiannya, diantaranya:

Jenis Transformator berdasarkan Level Tegangan

Transformator atau trafo yang diklasifikasikan berdasarkan level tegangan ini merupakan transformator yang paling umum dan sering kita gunakan.

Pengklasifikasian ini umumnya tergantung pada rasio jumlah gulungan di kumparan primer dengan jumlah kumparan sekundernya.

Jenis transformator (trafo) berdasarkan level tegangannya, diantaranya:

jenis-jenis transformator
teknikelektronika.com

1. Trafo Step Up

Trafo Step Up adalah trafo yang fungsinya untuk menaikan taraf atau level tegangan AC dari rendah ke taraf yang lebih tinggi.

Tegangan sekunder sebagai tegangan output yang lebih tinggi bisa ditingkatkan dengan cara memperbanyak jumlah lilitan di kumparan sekundernya daripada jumlah lilitan di kumparan primernya.

Pada pembangkit listrik, trafo jenis ini digunakan sebagai penghubung trafo generator ke grid.

2. Trafo Step Down

Trafo Step Down adalah trafo yang digunakan untuk menurunkan taraf level tegangan AC dari taraf yang tinggi ke taraf yang lebih rendah.

Pada trafo jenis ini, rasio jumlah lilitan pada kumparan primer lebih banyak jika dibandingkan dengan jumlah lilitan pada kumparan sekundernya.

Pada jaringan distribusi, trafo step down ini biasanya digunakan untuk peralatan rumah tangga. Sedangkan di rumah tangga, kita sering menggunakannya untuk menurunkan taraf tegangan listrik yang berasal dari PLN (220) menjadi taraf tegangan yang sesuai dengan peralatan elektronik kita.

Jenis Transformator berdasarkan Pengaturan Lilitannya

jenis-jenis transformator
teknikelektronika.com

Adapun jenis transformator (trafo) berdasarkan pengaturan lilitannya, diantaranya:

1. Trafo Otomatis (Auto Transformer)

Trafo Otomatis atau Auto Transformer adalah trafo listrik yang hanya mempunyai satu kumparan dimana kumparan primer dan kumparan sekundernya digabung dalam satu rangkaian yang terhubung secara fisik dan magnetis.

Pengaturan lilitan ini sangat berbeda dengan trafo standar umumnya yang terdiri dari dua kumparan atau gulungan yang ditempatkan pada dua sisi berbeda yakni kumparan primer dan kumparan sekunder.

Trafo otomatis ini seringkali digunakan sebagai trafo step up dan step down yang fungsinya untuk menaikan atau menurunkan tegangan pada kisaran 100V-110V-120V dan kisaran 220V-230V-240V serta pada kisaran 110V hingga 220V.

Jenis Transformator berdasarkan Bahan Inti (core) yang Diguanakan

1. Trafo berinti Besi (Iron Core Transformer)

Pada trafo jenis ini, gulungan primer dan gulungan sekunder dililitkan pada inti lempengan besi tipis yang dilaminasi.

Trafo inti besi mempunyai efisiensi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan trafo yang berinti udara.

Hal ini dikarenakan bahan besi yang mengandung sifat magnetik dan juga konduktif, sehingga mempermudah jalannya fluks magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik kumparan dan untuk mengurangi suhu panas yang ditimbulkan. Trafo yang berinti besi biasanya digunakan pada aplikasi frekuensi rendah.

2. Trafo berinti Udara (Air Core Transformer)

Trafo yang berinti udara, gulungan primer dan gulungan sekunder dililitkan pada inti yang berbahan non-magnetik yang biasanya berbentuk tabung yang berongga.

Bahan non-magnetik yang dimaksud yaitu dapat berupa bahan kertas atau karton. Artinya, hubungan fluks antara gulungan primer dan gulungan sekunder yaitu melalui udara.

Tingkat kupling atau induktansi mutual diantara lilitan-lilitan tersebut lebih kecil jika dibandingkan dengan trafo yang berinti besi.

Kerugian histeristis dan kerugian arus eddy yang biasanya terjadi pada trafo inti besi bisa dikurangi atau bahkan bisa dihilangkan pada trafo yang berinti udara. Trafo inti udara biasanya digunakan pada rangkaian frekuensi tinggi.

Jenis Transformator berdasarkan Penggunaannya

jenis-jenis transformator
teknikelektronika.com

1. Trafo Daya (Power Transformer)

Trafo daya adalah jenis trafo yang berukuran besar dan diguanakan untuk aplikasi transfer daya tinggi yang mencapai hingga 33 Kilo Volt.

Trafo daya seringkali digunakan di stasiun pembangkit listrik dan gardu transmisi. Trafo daya biasanya mempunyai tingkat insulasi yang tinggi.

2. Trafo Proteksi (Protection Transformer)

Trafo proteksi digunakan untuk melindungi komponen listrik. Perbedaan utama antara trafo proteksi dan trafo pengukuran yaitu pada akurasinya.

Dimana trafo proteksi harus lebih akurat jika dibandingkan dengan trafo pengukuran (measurement transformer).

3. Trafo Distribusi (Distribution Transformer)

Trafo distribusi digunakan untuk mendistribusikan energi listrik dari pembangkit listrik ke daerah perumahan atau lokasi industri.

Pada dasarnya, trafo distribusi ini mendistribusikan energi listrik pada tegangan rendah yang kurang dari 33 Kilo Volt untuk keperluan rumah tangga atau industri yang beradda dalam kisaran tegangan 220V hingga 440V.

4. Trafo Pengukuran (Measurement Transformer)

Trafo pengukuran digunakan untuk mengukur kuantitas tegangan, arus listrik dan daya yang biasanya diklasifikasikan menjadi trafo tegangan dan trafo arus listrik dan lain sebagainya.

Jenis Transformator berdasarkan Tempat Penggunaannya

Penggolongan trafo berdasarkan tempat penggunaanya ini biasanya terdiri dari trafo indoor (dalam ruangan) dan trafo outdoor (luar ruangan).

Trafo indoor adalah trafo yang harus diletakan di dalam ruangan yang ditutupi dengan atap seperti trafo-trafo yang digunakan pada industri.

Sedangkan trafo outdoor adalah trafo yang dapat ditempatkan diluar ruangan seperti trafo distribusi yang ditempatkan di gardu induk dan lainnya.


Demikianlah penjelasan mengenai jenis-jenis transformator (trafo). Semoga bermanfaat bagi kita semua. Sekian sampai jumpa, terimakasih 😃

hanif Seorang perantau yang ingin sukses dengan belajar SEO

Pengertian Band Stop Filter

hanif
4 min read

Pengertian Power Amplifier

hanif
7 min read

Pengertian Impedansi Listrik

hanif
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.