hanif Seorang perantau yang ingin sukses dengan belajar SEO

Pengertian Baterai

pengertian baterai

Pengertian Baterai – Di era modern seperti sekarang ini, keberadaan baterai sangatlah penting bagi kita. Misalnya baterai bisa digunakan untuk remote TV, smartphone, AC, jam dinding dan lain sebagainya.

Setiap benda yang membutuhkan baterai biasanya ukuran dan bentuknya juga berbeda-beda. Baterai ini merupakan alat yang terdiri dari 2 sel elektrokimia yang dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik.

Setiap baterai mempunyai kutub positif dan kutub negatif. Kutub positif yaitu yang memiliki energi potensial yang lebih tinggi dibandingkan dengan kutub negatif.

Kutub negatif yaitu sumber elektron pada saat disambungkan dengan rangkaian eksternal akan mengalir serta memberikan energi listrik ke peralatan eksternal.

Nah di artikel kali ini mimin akan membahas mengenai pengertian baterai secara lebih mendalam, maka untuk itu simak artikel berikut ini.

Pengertian Baterai

battery
unsplash.com

Baterai adalah sebuah alat yang bisa mengubah energi kimia yang disimpannya menjadi energi listrik yang bisa digunakan oleh suatu perangkat elektronik.

Hampir semua perangkat elektronik yang portable seperti laptop, handphone, remote control ataupun senter menggunakan baterai sebagai sumber listriknya.

Dengan adanya baterai, kita tidak perlu menyambungkan kabel listrik untuk bisa mengaktifkan perangkat elektronik, sehingga bisa dengan mudah dibawa kemana-mana.

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dapat menemui 2 jenis baterai yakni baterai yang hanya dapat dipakai sekali saja (single use) dan baterai yang bisa di isi ulang (rechargeable).

Prinsip Kerja Baterai

Setelah tadi diatas mimin sudah membahas mengenai pengertian baterai yang mungkin sudah kalian mengerti, selanjutnya yaitu akan membahas prinsip kerjanya.

Baterai merupakan perangkat yang dapat menghasilkan tegangan DC, yaitu dengan cara mengubah energi kimia yang terkandung didalamnya menjadi energi listrik melalui reaksi elektron kimia, redoks (reduksi – oksidasi).

Adapun dua proses yang terjadi pada baterai yang dapat kita ketahui, diantaranya:

1. Proses Pengisian (Mengubah Energi Listrik Menjadi Energi Kimia)

Jika baterai dihubungkan dengan beban, maka elektron mengalir ke elektroda positif (Pb02) melalui beban dari elektroda negatif (Pb).

Lalu ion-ion negatif mengalir ke elektroda positif dan ion-ion positif mengalir ke elektroda negatif.

Arus listrik dapat mengalir disebabkan adanya elektron yang bergerak dari elektroda sel melalui reaksi ion antara molekul elektroda dengan molekul elektrolit, sehingga memberikan jalan bagi elektron untuk mengalir.

2. Proses Pengosongan (Mengubah Energi Kimia Menjadi Energi Listrik)

Proses ini adalah kebalikan dari proses pengosongan dimana arus listrik dialirkan yang arahnya berlawanan dengan arus yang terjadi pada saat pengosongan.

Pada proses ini setiap molekul air terurai. Ion oksigen yang bebas bersatu dengan tiap atom Pb pada plat positif membentuk timah peroxida (Pb02).

Sedangkan tiap pasang ion hidrogen (2H+) yang dekat plat negatif bersatu dengan ion negatif sulfat (SO4-) pada plat negatif untuk membentuk asam sulfat.

Jenis-Jenis Baterai

battery
unsplash.com

Setiap baterai terdiri dari terminal positif (katoda) dan terminal negatif (anoda) dan elektrolit yang fungsinya sebagai penghantar.

Output arus listrik dari baterai adalah arus searah atau bisa disebut dengan arus DC (Direct Current).

Pada umumnya, baterai terdiri dari 2 jenis utama yaitu baterai primer yang hanya bisa sekali pakai (single use) dan baterai sekunder yang bisa diisi ulang (rechargeable).

Baterai Primer (Single Use/Sekali Pakai)

jenis-jenis baterai
teknoaldebran.blogspot.com

Baterai primer atau baterai sekali pakai yaitu baterai yang paling sering ditemukan di pasaran, hampir disetiap toko dan supermarket menjualnya.

Hal ini dikarenakan penggunaannya yang luas dengan harga yang lebih terjangkau. Baterai jenis ini pada umumnya memberikan tegangan 1,5 Volt dan terdiir dari berbagai jenis ukuran seperti AAA (sangat kecil), AA (kecil) C (medium) dan D (besar).

Disamping itu, ada juga baterai primer (sekali pakai) yang berbentuk kotak dengan tegangan 6 Volt dan 9 Volt.

Nah berikut ini merupakan jenis-jenis baterai yang tergolong dalam kategori primer (sekali pakai), diantaranya:

1. Baterai Lithium

Baterai Primer Lithium ini menawarkan kinerja yang lebih baik jika dibandingkan dengan jenis baterai primer lainnya. Baterai lithium ini dapat disimpan lebih dari 10 tahun dan bisa bekerja pada suhu yang sangat rendah.

Karena keunggulannya tersebut, baterai jenis ini sering digunakan untuk aplikasi memori backup pada mikrokomputer ataupun jam tangan.

Baterai lithium biasanya dibuat seperti bentuk uang logam atau bisa juga disebut dengan baterai koin dan ada juga yang menyebutnya Button Cell atau baterai kucing.

2. Baterai Zinc-Carbon (Seng Karbon)

Baterai Zinc-Carbon ini bisa juga disebut dengan baterai “Heavy Duty” yang sering kita jumpai di toko ataupun di supermarket.

Baterai jenis ini terdiri dari bahan Zinc yang fungsinya sebagai terminal negatif serta sebagai pembungkus baterainya.

Sedangkan terminal positifnya yaitu terbuta dari karbon yang berbentuk batang (rod). Baterai jenis Zinc-Carbon ini merupakan jenis baterai yang relatif murah jika dibandingkan dengan baterai jenis lainnya.

3. Baterai Silver Oxide

Baterai Silver Oxide adalah jenis baterai yang tergolong cukup mahal. Hal ini dikarenakan tingginya harga Perak (Silver).

Baterai silver oxide ini bisa dibuat untuk menghasilkan energi yang tinggi tetapi dengan bentuk yang relatif kecil dan ringan.

Baterai jenis ini seringkali dibuat dalam bentuk baterai koin atau baterai kancing. Baterai silver oxide ini sering dipergunakan pada kalkulator, jam tangan dan aplikasi militer.

4. Baterai Alkaline (Alkali)

Baterai Alkaline ini memiliki daya tahan yang lebih lama dengan harga yang lebih mahal jika dibandingkan dengan baterai Zinc-Carbon.

Elektrolit yang digunakan yaitu potassium hydroxide yang merupakan zat alkali, sehingga namanya juga disebut dengan baterai alkaline.

Saat ini, banyak sekali baterai yang menggunakan alkaline sebagai elektrolit, namun mereka menggunakan bahan aktif lainnya sebagai elektrodanya.

Baterai Sekunder (Rechargeable/Isi Ulang)

jenis-jenis baterai
teknoaldebran.blogspot.com

Baterai Sekunder adalah jenis baterai yang dapat diisi ulang atau rechargeable. Pada prinsipnya, cara baterai sekunder menghasilkan arus listrik yaitu sama dengan baterai primer.

Hanya saja, reaksi kimia pada baterai sekunder ini bisa berbalik (Reversible). Pada saat baterai digunakan dengan menghubungkan beban pada terminal baterai (discharge), elektron akan mengalir dari negatif ke positif.

Sedangkan pada saat sumber energi luar (Charger) dihubungkan ke baterai sekunde, elektron akan mengalir dari positif ke negatif, sehingga terjadi pengisian muatan pada baterai.

Adapun jenis baterai yang bisa diisi ulang yang tergolong kedalam kategori baterai sekunder, diantaranya:

1. Baterai Ni-Cd (Nickel-Cadmium)

Baterai Ni-Cd adalah jenis baterai sekunder yang menggunakan Nickel Oxide Hydroxide dan Metallic Cadmium sebagai bahan elektrolitnya.

Baterai Ni-Cd ini mempunyai kemampuan beroperasi dalam jangkauan suhu yang luas dan siklus daya tahan yang lama. Di satu sisi, Baterai Ni-Cd akan melakukan discharge sendiri (self discharge) sekitar 30% per bulan saat tidak digunakan.

Baterai Ni-Cd ini mengandung 15% tosik/racun yakni bahan Carcinogenic Cadmium yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan hidup.

Saat ini, penggunaan dan penjualan baterai Ni-Cd (Nickel-Cadmiun) dalam perangkat portable konsumen telah dilarang oleh EU (European Union) berdasarkan peraturan “Directive 2006/66/EC” atau yang dikenal dengan “Battery Directive”.

2. Baterai Ni-MH (Nickel-Metal Hydride)

Baterai Ni-MH ini mempunyai keunggulan yang hampir sama dengan Ni-Cd, namun baterai Ni-MH mempunyai kapasitas 30% lebih tinggi jika dibandingkan dengan baterai Ni-Cd dan tidak memiliki zat berbahaya Cadmium yang bisa merusak lingkungan dan kesehatan manusia.

Baterai Ni-MH bisa di isi ulang sampai ratusan kali, sehingga bisa menghemat biaya dalam pembelian baterai. Baterai Ni-MH memiliki Self-discharge sekitar 40% setiap bulan jika tidak digunakan.

Saat ini baterai Ni-MH banyak digunakan dalam Kamera dan Radio Komunikasi. Meskipun tidak memiliki zat berbahaya Cadmium, baterai Ni-MH tetap mengandung sedikit zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan dan lingkungan hidup.

Sehingga harus dilakukan daur ulang (recycle) serta tidak boleh dibuang ditempat sembarangan.

3. Baterai Li-Ion (Lithium-Ion)

Baterai Li-Ion adalah jenis baterai yang paling banyak digunakan pada peralatan elektronik portable seperti handphone, kamera digital, ataupun laptop.

Baterai Li-Ion mempunyai daya tahan siklus yang tingg dan lebih ringan sekitar 30% dan menyediakan kapasitas yang lebih tinggi sekitar 30% jika dibandingkan dengan baterai Ni-MH.

Rasio Self-discharge yaitu sekitar 20% per bulan. Baterai Li-Ion lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung zat berbahaya cadmium.

Sama seperti baterai Ni-MH, meskipun tidak memiliki zat berbahaya cadmium, baterai Li-Ion tetap mengandung sedikit zat berbahaya yang bisa merusak kesehatan manusia dan lingkungan hidup.

Sehingga harus dilakukan daur ulang (recycle) serta tidak boleh dibuang ditempat sembarangan.

Fungsi Baterai

Setiap jenis baterai mempunyai fungsi yang berbeda-beda, karena ditentukan perangkat yang menjadi penggeraknya.

Contohnya seperti baterai untuk kendaraan yang disebut dengan aki, fungsi baterai ini untuk menstabilkan tegangan listrik ketika kendaraan dinyalakan.

Lain fungsi jika baterainya diterapkan di smartphone. Dimana fungsi baterainya untuk sumber daya atau tenaga smartphone yang kita gunakan, tetapi sama saja, fungsi baterai yaitu untuk dijadikan sebagai sumber energi.

Tanpa adanya energi baterai ini, perangkat tidak dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan penggunannya. Karena hampir semua alat elektronik mobile pasti menggunakan baterai untuk sumber energinya.

Contohnya yaitu seperti AC, remote TV, smartphone, senter dan lain sebagainya. Nah semua alat tersebut membutuhkan baterai untuk dapat bekerja dengan baik

Kapasitas Baterai

Nah setelah tadi diatas mimin sudah membahas mengenai pengertian baterai, prinsip kerja, fungsi dan jenis-jenisnya, selanjutnya itu ada kapasitas baterai.

Kapasitas baterai yaitu jumlah ampere jam (Ah = kuat arus/ampere x waktu), yang artinya baterai bisa menyuplai sejumlah isinya secara rata-rata sebelum tiap selnya menyentuh tegangan turun (drop voltage), yakni sebesar 1,75 V

Setiap sel mempunyai tegangan sebesar 2 V; apabila dipakai maka tegangan akan terus turun dan kapasitas efektif dikatakan sudah terpakai semuanya jika tegangan sel sudah menyentuh 1,75 V.


Demikianlah penjelasan mengenai pengertian baterai, prinsip kerja, fungsi, kapasitas dan jenis-jenisnya. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Sekian sampai jumpa, terimakasih 😀

hanif Seorang perantau yang ingin sukses dengan belajar SEO

Pengertian Uji Hipotesis

hanif
4 min read

Pengertian Desil

hanif
2 min read

Pengertian Skala Likert

hanif
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.