hanif Seorang perantau yang ingin sukses dengan belajar SEO

Pengertian Inverter

Pengertian Inverter – Pada artikel kali ini akan membahas mengenai pengertian inverter. Untuk itu simak pembahasannya dibawah ini.

Bagi anda yang bekerja dalam dunia elektronika tentu saja sudah tidak asing lagi dengan yang namanya inverter. Tetapi bagi orang awan tentu berbeda. Masih banyak sekali orang yang tidak mengetahui yang namanya inverter. Oleh karena itu mimin akan membahasnya diartikel ini.

Pengertian Inverter

Pengertian Inverter (Power Inverter) adalah suatu rangkaian atau perangkat elektronika yang bisa mengubah arus listrik searah (DC) ke arus bolak-balik (AC) pada tegangan serta frekuensi yang dibutuhkan sesuai dengan perancangan rangkaiannya.

Sumber-sumber arus listrik searah atau DC yang merupakan input dari Power Inverter tersebut bisa berupa baterai, aki ataupun sel surya (solar cell).

Inverter ini akan sangat bermanfaat jika digunakan di daerah-daerah yang mempunyai keterbatasan pasokan arus listrik AC.

Karena dengan adanya Power Inverter, kita bisa menggunakan aki ataupun sel surya untuk menggerakan peralatan-peralatan rumah tangga seperti kipas angin, televisi, komputer bahkan kulkas dan mesin cuci yang umumnya memerlukan sumber listrik AC yang bertegangan 220V atau 110V.

Bentuk-bentuk gelombang yang bisa dihasilkan oleh Power Inverter diantaranya yaitu gelombang persegi (square wave) dan gelombang modulasi pulsa lebar (pulse width modulated wave) tergantung pada desain rangkaian inverter yang bersangkutan.

Tetapi pada sekarang ini, bentuk-bentuk gelombang yang paling banyak dipakai yaitu bentuk gelombang sinus (sine wave) serta gelombang sinus yang dimodifikasi (modified sine wave).

Sedangkan pada umumnya frekuensi arus listrik yang dihasilkan yaitu sekitar 50Hz atau 60Hz dengan tegangan output sekitar 120V atau 240V.

Output daya listrik yang paling umum ditemui untuk produk-produk konsumer adalah sekitar 150 watt hingga 3000 watt.

Fungsi Inverter

Setelah tadi diatas sudah membahas mengenai pengertian inverter, selanjutnnya akan membahas mengenai fungsi dari inverter.

Sesuai dengan pengertiannya, fungsi dari inverter ini yaitu untuk mengubah arus listrik searah (DC) menjadi arus listrik bolak-balik (AC).

Perubahan tersebut berguna untuk mengubah kecepatan motor bertegangan AC, yaitu dengan hanya merubah frekuensi output.

Selain power inverter rumah tangga, inverter juga sering digunakan untuk kebutuhan industri, membuat inverter menjadi salah satu perangkat elektronika yang penting.

Jenis Jenis Inverter

Berikut ini merupakan beberapa jenis-jenis inverter yang bisa anda ketahui, diantaranya:

1. Solar Inverter

Solar inverter pada umumnya digunakan untuk mengubah tegangan DC dari solar panel ataupun aki menjadi arus listrik AC. Saat ini, solar inverter dilengkapi dengan baterry charger yang bisa digunakan untuk menambah daya baterai.

2. UPS (Interruptible Power Supply)

UPS yaitu gabungan dari inverter dan rectifier. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa inverter fungsinya merubah arus DC menjadi AC, sedangkan rectifier sebaliknya.

Rectifier berarti gunanya untuk mengisi tegangan listrik ke baterai, sedangkan inverter mengembalikannya ke arus PLN. Sedangkan stabilizer berguna untuk menstabilkan tegangan pada rectifier yang membuat baterai bisa terisi di tegangan yang optimal.

3. Variable Speed Drive

VSD (Variable Speed Drive) merupakan gabungan dari inverter dan rectifier juga. Tetapi pada VSD tidak dilengkapi baterai seperti UPS. Tujuan mengkonversi tegangan listriknya yaitu untuk melakukan digitizing.

Nantinya tegangan DC bisa disesuaikan frekuensinya lalu akan dikonversikan kembali menjadi tegangan AC. Biasanya fungsi ini dipakai pada perangkat listrik yang mempunyai jenis induksi seperti motor listrik dll.

4. Portable / Car Inverter

Sekarang ini pada mobil kita bisa mengisi daya baterai laptop dan sebagainya berkat tegangan arus AC didalamnya. Umumnya pada car inverter ini mempunyai daya yang kecil dan tidak lebih dari 200W.

Karena sumber dayanya diambil dari aki mobil, mengingat aki tersebut bisa digunakan untuk mengoperasikan kendaraan tersebut. Tentunya arus listrik yang dihasilkan akan terbagi-bagi.

Jenis Jenis Inverter Berdasarkan Gelombang

Nah berikut ini merupakan jenis inverter juga yang dibagi menjadi 3, namun secara teknis, yaitu jenis gelombang yang bisa dihasilkan, yaitu:

1. Square Sine Wave Inverter

pengertian inverter

Jenis sinyal ini bentuknya kotak, sesuai dengan namanya. Sinyal ini tidak cocok dengan beban coil, seperti trafo atau kulkas jenis tertentu, karena justru bisa merusak peralatannya. Inverter ini sering disebut dengan push-pull inverter.

Pada jenis ini sinyal yang dihasilkan inverter mempunyai bentuk output sinyal kotak sesuai namanya dan sangat tidak cocok dipakai untuk beban dengan coil misalnya kulkas, atau trafo tertentu, karena bisa merusak peralatan tersebut.

2. Modified Sine Wave Inverter

pengertian inverter

Inverter ini merupakan hasil modifikasi dari square sine wave inverter. Inverter ini bisa digunakan pada beban kumparan, tetapi hasil yang didapat akan menjadi tidak optimal dan pemborosan daya juga menjadi lebih tinggi.

Inverter ini tidak disarankan untuk jenis-jenis peralatan yang sensitif. Contohnya pada home theater atau jenis-jenis peralatan audio.

3. Pure Sine Wave Inverter

pengertian inverter

Tipe inverter dengan output yang bisa dikatakan bentuknya paling baik. Dikarenakan inverter ini bisa optimal untuk dipakai di semua peralatan. Dengan catatan, harga inverter ini lumayan mahal.

Prinsip Kerja Inverter

pengertian inverter

Secara sederhana, suatu power inverter yang bisa mengubah arus listrik DC ke arus listrik AC ini hanya terdiri dari rangkaian osilator, rangakain saklar (switch) dan sebuah transformator (trafo) CT seperti pada gambar diatas.

Sumber daya yang berupa arus listrik DC dengan tegangan rendah (misal 12V) diberikan ke center tap (CT) sekunder transformator sedangkan dua ujung transformator lainnya (titik A dan titik B) dihubungkan melalui saklar (switch) dua arah ke groud rangkaian.

Apabila saklar terhubung pada titik A akan menyebabkan arus listrik jalur 1 mengalir dari terminal positif baterai ke center tap primer transformator yang lalu mengalir ke titik A transformator hingga ke ground melalui saklar.

Pada saat saklar dipindahkan dari titik A ke titik B, arus listrik yang mengalir pada jalur 1 akan berhenti dan arus listrik jalur 2 akan mulai mengalir dari terminal positif baterai ke center tap primer transformator hingga ke ground melalu saklar titik B. Titik A, B dan jalur 1, 2 bisa dilihat pada gambar diatas.

Peralihan ON dan OFF atau A dan B pada saklar (switch) ini dikendalikan oleh sebuah rangkaian osilator yang fungsinya sebagai pembangkit frekuensi 50Hz yakni mengalihkan arus listrik dari titik A ke titik B dan titik B ke titik A dengan kecepatan 50x per detik.

Dengan begitu, arus listrik DC yang mengalir di jalur 1 dan jalur 2 juga bergantian sebanyak 50x per detik juga, sehingga ekivalen dengan arus listrik AC yang berfrekuensi 50Hz.

Sedangkan komponen utama yang digunakan sebagai switch di rangkaian switch inverter tersebut umumnya adalah MOSFET ataupun transistor.

Sekunder transformator akan menghasilkan output yang berupa tegangan yang lebih tinggi (misalnya 120V atau 240V) tergantung pada jumlah lilitan pada kumparan sekunder transformator atau rasio lilitan antara primer dan sekunder transformator yang dipakai pada inverter tersebut.

Komponen Komponen Inverter

Adapun beberapa komponen dari inverter yang bisa kita ketahui, diantaranya:

  • Osilator
  • Comparator
  • Transformator
  • Transistor MOSFET
  • Baterai, aki, sel surnya (sumber arus DC).

Skema Inverter

Skema inverter gunanya sebagai dasar untuk merangkai sebuah inverter agar fungsi didalamnya bisa digunakan. Supaya mengerti, kita harus mengenali 3 macam skema inverter berikut ini :

  • Skema inverter gelombang kotak
  • Skema inverter gelombang sinus
  • Skema inverter gelombang modified sinus

Saat ini jenis skema inverter yang paling banyak digunakan yaitu gelombang sinus dan modified sinus. Karena pada kedua gelombang tersebut pemakaian listrik yang dihasilkan menjadi lebih hemat dibandingkan gelombang kotak.

Selain itu, pada gelombang kotak juga mempunyai output yang kurang baik. Contohnya arus listrik pada kipas angin yang menggunakan skema inverter gelombang kotak maka output atau suaranya akan kasar. Tetapi, keadaannya berbalik jika kita memilih gelombang sinus.

Rangkaian Inverter

pengertian inverter

Contoh rangkaian inverter bisa anda lihat pada gambar diatas. Dari gambar rangkaian inverter diatas tersebut bisa kita lihat jika inverter mempunyai kendali atas 4 saklar.

Jika saklar S1 dan S2 dalam kondisi aktif maka akan mengalir aliran arus DC ke beban R dari arah kiri ke kanan.

Kemudian jika saklar S3 dan S4 aktif, maka akan mengalir aliran arus DC ke beban R dari arah kanan ke kiri.

Saklar S1 dan S4 tidak boleh menutup pada waktu yang bersamaan, begitu juga dengan saklar S2 dan S3. Hal ini karena jika saklar tersebut mati pada saat bersamaan akan menyebabkan terjadinya Short Circuit pada sumber DC.

Skema inverter umumnya menggunakan rangkaian modulasi lebar pulsa PWM (Pulse Width Modulation) dalam proses konversi tegangan DC menjadi tegangan AC. Berikut ini merupakan tabel hasil tegangan keluaran pada pembentukan pasangan saklar pada skema inverter diatas.

Saklar Tertutup Tegangan Keluaran
S1 dan S2 +Vdc
S3 dan S4 -Vdc
S1 dan S3 0
S2 dan S4 0

Rangkaian inverter digunakan untuk mengalirkan daya listrik menuju semua rangkaian dengan sama yang bervariasi. Pada sebuah rangkaian listrik, inverter ini bisa menghasilkan sebuah konversi yang bersumber dari aliran DC ke AC.

Hal tersebut berlaku juga sebaliknya. Dengan mengetahui rangkaian ini, maka anda bisa memanfaatkan fungsi dari inverter yang ada di dalamnya.

Cara Membuat Inverter

Sebagai pembelajaran, kita bisa membuat inverter sederhana terlebih dahulu. Adapun beberapa komponen dan alat yang harus disiapkan yaitu:

  • 1 buah baterai
  • 2 buah transistor
  • 2 buah resistor
  • 1 buah trafo ct
  • 1 buah lampu neon 5 watt
  • kabel (secukupnya)

Kali ini kita akan membuat inverter yang bisa menyalakan lampu neon 5 watt, karena itu 2 buah transistornya bisa TIP31C jenis NPN, sedangkan 2 buah resistornya mempunyai nilai 15 Ohm.

Jika komponen dan bahan sudah siap maka buatlah inverter seperti skema dibawah ini:


Demikianlah pembahasan mengenai pengertian inverter, fungsi, prinsip kerja, jenis, komponen, skema dan cara membuatnya. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Sekian sampai jumpa, terimakasih 😃

hanif Seorang perantau yang ingin sukses dengan belajar SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.