hanif Seorang perantau yang ingin sukses dengan belajar SEO

Pengertian Solenoida

pengertian solenoida

Pengertian Solenoida – Dalam beberapa jenis peralatan elektronik terjadi perubahan energi. Contohnya seperti listrik menjadi energi panas atau energi gerak.

Untuk mengubah energi listrik menjadi gerakan dibutuhkan komponen yang bernama solenoid.

Solenoid bukan termasuk dalam komponen dasar elektronika, tetapi cukup sering ditemukan. Terutama pada peralatan yang mengubah energi listrik menjadi energi gerak.

Pada artikel kali ini mimin akan membahas mengenai pengertian solenoida, cara kerja, penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari dan jenis-jenisnya. Untuk itu simak pembahasannya dibawah ini.

Pengertian Solenoida (Solenoid)

solenoid
shop.sciencefirst.com

Solenoida (Solenoid) adalah perangkat elektromagnetik yang bisa mengubah energi listrik menjadi energi gerakan.

Energi gerakan yang dihasilan oleh solenoid biasanya hanya gerakan mendorong (push) dan menarik (pull).

Umumnya, solenoid hanya terdiri dari sebuah kumparan listrik (electrical coil) yang dililitkan di sekitar tabung silinder dengan aktuator ferro-magnetic atau sebuah plunger yang bebas bergerak “masuk” dan “keluar” dari bodi kumparan.

Sebagai informasi tambahan, yang dimaksud dengan aktuator (actuator) adalah sebuah peralatan mekanis yang bisa bergerak atau mengontrol suatu mekanisme.

Solenoid juga tergolong dalam keluarga transducer, yakni perangkat yang bisa mengubah suatu energi ke energi lainnya.

Jenis-Jenis Solenoida (Solenoid)

pengertian solenoida
teknikelektronika.com

Umumnya, solenoid terbagi ke dalam dua jenis, yakni Linear Electro Mechanical Actuator (LEMA) dan Rotary Solenoid atau solenoid rotasi. berikut ini merupakan penjelasannya:

1. Solenoida Linier (Linear Solenoid)

pengertian solenoida

Solenoida linier adalah sebuah peralatan elektromagnetik yang bisa mengubah bentuk energi listrik menjadi bentuk energi gerakan mekanis ataupun sinyal magnetik.

Solenoida yang satu ini bisa disebut linier karena aktuator atau plungernya bergerak dengan cara linier.

Tipe solenoida ini terbagi menjadi dua tipe berdasarkan gerakan yang dihasilkan, yakni pull type (tipe tarik) dan push type (tipe dorong).

Keduanya mempunyai struktur dan susunan yang sama, perbedaannya hanya terletak pada arah pegas dan desain plunger. Bagian ini tugasnya untuk menentukan arah gerakan.

2. Solenoida Rotasi (Rotary Solenoid)

pengertian solenoida

Selain solenoida linier, dipasaran juga terdapat solenoida jenis lain yang menggunakan gerakan memutar (rotasi). Gerakan memutar ini bisa searah atau berlawanan dengan arah gerak jarum jam.

Fungsi dari solenoida rotasi yaitu sebagai pengganti fungsi motor stepper atau DC kecil yang mempunyai sudut gerakan yang sangat kecil.

Nah perlu kalian ketahui juga tentang pengertian motor DC, untuk menambah wawasan kita. Solenoida tersedia dalam beberapa pilihan sudut gerakan, contohnya 90⁰, 60⁰, 45⁰, 35⁰ dan 25⁰.

Selain itu, solenoida rotasi juga tersedia dengan pilihan gerakan dengan sudut tertentu lalu kembali ke titik awal. Misalnya dari posisi 0 menuju 90⁰ kemudian kembali lagi ke 0.

Cara Kerja Solenoida (Solenoid)

Berikut ini merupakan cara kerja solenoida (solenoid) yang perlu kalian ketahui, diantaranya:

1. Cara Kerja Solenoida Linier

Ketika arus listrik diberikan ke koil, koil tersebut akan menghasilkan medan magnet, medan magnet tersebut akan menarik plunger yang berada di dalam koil masuk ke pusat koil dan merapatkan/mengkompreskan pegas yang terdapat di satu ujung plunger tersebut.

Gaya dan kecepatan plunger tergantung pada kekuatan fluks magnetik yang dihasilkan oleh koil.

Jika arus listrik dimatikan (OFF), medan elektromagnet yang dihasilkan sebelumnya akan hilang, sehingga energi yang tersimpan pada pegas yang dikompres tersebut akan mendorong plunger keluar kembali ke posisi semula.

Solenoida linier ini sangat berguna dan banyak digunakan di aplikasi yang memerlukan gerakan tutup dan buka atau keluar dan masuk seperti pada kunci pintu yang dioperasikan secara elekrtonik, kontrol katup pneumatik atau hidrolik, robotika, mesin otomotif dan pintu irigasi.

2. Cara Kerja Solenoida Rotasi

Solenoida rotasi bisa menghasilkan gerakan rotasi ketika diberikan energi atau arus listrik atau pada saat berubah polaritas medan elektromagnet.

Solenoida rotasi terdiri dari gulungan listrik yang dililitkan di sekitar rangka baja dengan disk magnetik yang terhubung ke poros output yang berada di atas koil.

Pada saat diberikan arus listrik, medan elektromagnetik menghasilkan kutub-kutub utara dan kutub-kutub selatan yang menolak kutub magnet permanen yang berdekatan.

Sehingga menyebabkan berputar pada sudut yang ditentukan oleh konstruksi mekanis solenoida rotasi itu sendiri.

Solenoida rotasi umumnya diaplikasikan printer dot matriks, mesin-mesin otomotif dan peralatan-peralatan otomatis.

Penggunaan Solenoida (Solenoid) pada Kehidupan Sehari-hari

Solenoida (Solenoid) juga diaplikasikan pada beberapa peralatan yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya:

1. Speaker

Ada dua buah magnet dalam sebuah speaker, yang pertama yaitu magnet permanen. Sedangkan magnet yan kedua akan muncul jika terdapat arus listrik yang masuk. Kutub negatif permanen menarik kutub positif elektromagnet.

Hal ini juga berlaku sebaliknya, yakni kutub negatif elektromagnet tertarik oleh kutub positif magnet permanen.

Adanya gaya tarik menarik ini menyebabkan adanya pertukaran orientasi pada kutub elektromagnet.

Gerakan tersebut akan mendorong koil suara secara terus menerus dan menghasilkan suara yang dapat didengar.

2. Bel Listrik

Bunyi yang dihasilkan oleh bel listrik merupakan hasil dari kinerja solenoida di dalamnya. Besi yang ada di dalam bel listrik akan berubah menjadi magnet ketika dialiri oleh listrik.

Magnet tersebut menarik besi lentur yang kemudian memukul dinding besi, sehingga menghasilkan bunyi.

Aliran listrik dihubungkan dan diputus secara berulang-ulang dengan sangat cepat, sehingga menghasilkan bunyi bel listrik seperti yang sering kita dengar.

3. Detektor Logam

Detektor logam terdiri atas kumparan besar yang mendapatkan input berupa arus listrik, sehingga menghasilkan medan elektromagnetik.

Ketika alat detektor logam mendekat ke material logam, besarnya gaya elektromagnetik dihubungkan dengan alarm dan menghasilkan bunyi.

4. Pesawat Telepon

Pesawat telepon terdiri dari dua bagian utama, yakni speaker dan microphone. Fungsi dari microphone yaitu untuk mengubah gelombang suara menjadi listrik.

Suara yang ditangkap oleh microphone pada perangkat telepon dapat menggetarkan diafragma.

Gelombang listrik hasil yang dihasilkan oleh microphone dikirimkan kepada penerima di seberang sana.

Gelombang listrik yang berhasil diterima akan membuat membran speaker bergetar, sehingga memunculkan suara.

5. Kunci Pintu Listrik

Kunci listrik pada pintu terhubung langsung dengan saklar. Ketika saklar ada di posisi On atau dialiri listrik, solenoida aktif dan menghasilkan gaya elektromagnetik.

Gaya tersebut menarik pengunci pintu, sehingga bisa terbuka. Ketika saklar mati, pintu akan terkunci kembali.


Demikianlah penjelasan mengenai pengertian solenoida, cara kerja, penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari dan jenis-jenisnya. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Sekian sampai jumpa, terimakasih 😃

hanif Seorang perantau yang ingin sukses dengan belajar SEO

Pengertian Uji Hipotesis

hanif
4 min read

Pengertian Desil

hanif
2 min read

Pengertian Skala Likert

hanif
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.