hanif Seorang perantau yang ingin sukses dengan belajar SEO

Pengertian Transistor

pengertian transistor

Pengertian Transistor – Dalam sebuah rangkaian elektronik ada beberapa komponen atau elemen penting yang berperan sebagai penghubungnya.

Salah satu komponen tersebut yaitu transistorr, apasih pengertian dan jenis-jenis transistor itu? Nah untuk mengetahuinya akan mimin ulas pembahasannya diartikel ini.

Pengertian Transistor

pengertian transistor
hoo-tronik.com

Transistor adalah komponen semikonduktor yang mempunyai berbagai macam fungsi seperti sebagai pengendali, penguat, osilator, penyearah, modulator dan lain-lain.

Transistor merupakan salah satu komponen semikonduktor yang paling banyak ditemukan dalam rangkaian-rangkaian elektronika.

Bisa dikatakan bahwa hampir semua perangkat elektronik menggunakan transistor untuk berbagai kebutuhan dalam rangkaiannya.

Perangkat-perangkat elektronik yang dimaksud tersebut yaitu komputer, televisi, ponsel, audio player, audio amplifier, konsol game, vidio player, power supply dan lain sebagainya.

Transistor pertama kali ditemukan oleh 3 orang fisikawan yang berasal dari Amerika Serikat pada akhir tahun 1947 yaitu transistor jenis Bipolar.

Mereka adalah Walter Brattain, John Bardeen dan William Shockley. Dengan adanya penemuan tersebut, perangkat-perangkat elektronika yang pada saat itu berukuran besar dapat dirancang dalam kemasan yang portabel (bisa dibawa kemana-mana) dan lebih kecil.

Ketiga fisikawan tersebut mendapatkan Hadiah Nobel Fisika pada tahun 1956 atas penemuan transistor ini.

Tetapi, sebelum ketiga fisikawan Amerika Serikat tersebut menemukan transistor bipolar, seorang fisikawan Jerman yang bernama Julius Edgar Lilienfeld sudah mematenkan transistor jenis Field Effect Transistor di Kanada pada tahun 1925.

Namun Julius Edgar Lilienfeld tidak pernah mempublikasikan hasil penelitiannya baik dalam bentuk tuliasan maupun berbentuk perangkat prototype-nya.

Sekitar pada tahun 1932, seorang inventor Jerman yang bernama Oskar Heil juga mendaftarkan paten yang hampir sama di Eropa.

Seiring dengan perkembangan jaman, Transistor pada saat ini sudah dirancang dan mempunyai berbagai jenis desain dengan fitur aliran arus dan pengendali yang unik.

Ada jenis transistor yang berada dalam kondisi Off sampai terminal basis diberikan arus listrik untuk bisa berubah menjadi On.

Sedangkan ada jenis lain yang berada dalam kondisi On hingga harus diberikan arus listrik pada terminal basis untuk merubahnya menjadi kondisi Off.

Ada juga jenis transistor yang membutuhkan arus kecil dan tegangan kecil untuk mengaktifkannya, tetapi ada yang hanya membutuhkan tegangan untuk mengoperasikannya.

Ada lagi transistor yang memerlukan tegangan positif untuk memicu pengendalinya di terminal basis, sedangkan ada transistor yang memerlukan tegangan negatif sebagai pemicunya.

Jenis-Jenis Transistor

pengertian transistor
teknikelektronika.com

Transistor bisa digolongkan menjadi 2 keluarga besar yakni Transistor Bipolar dan Transistor Efek Medan (Field Effect Transistor). Perbedaan yang paling utama diantara kedu pengelompokannya tersebut  yaitu terletak pada bias Input/Output yang digunakannya.

Transistor Bipolar memerlukan arus (current) untuk mengendalikan terminal lainnya, sedangkan Field Effect Transistor (FET) hanya menggunakan tegangan saja (tidak memerlukan arus).

Pada pengoperasiannya, Transistor Bipolar memerlukan muatan pembawa (carrier) hole dan elektron sedangkan FET hanya memerlukan salah satunya saja. Nah berikut ini merupakan jenis-jenis transistor beserta penjelasannya.

1. Transistor Bipolar (BJT)

Transistor Bipolar adalah transistor yang struktur dan prinsip kerjanya memerlukan perpidahan muatan pembawanya yakni elektron di kutup negatif untuk mengisi kekurangan elektron atau hole di kutub positif.

Sebelum memahami pengertian dari transistor bipolar, kalian perlu mengetahui dulu kalau bipolar itu terdiri dari dua kata yaitu “B” yang berarti “dua” dan “Polar” yang mengandung makna “Kutub“.

Jadi, transistor bipolar terdiri dari dua kutub yaitu kutub positif dan negatif untuk mengalirkan elektron.

Transistor bipolar membutuhkan input yang berupa arus listrik baik itu tipe bolak-balik (Alternating Current) maupun searah (Direct Current). Kemudian transistor bipolar akan dioperasikan dengan memindahkan elektronnya.

Awalnya, elektron yang sudah mendapat aliran listrik berada pada kutub negatif akan dibawa ke kutub positif untuk mengisi kekurangannya. Maka dengan demikian transistor tersebut akan dapat menghasilkan outputnya.

Jenis Transistor Bipolar

Transistor bipolar terdiri dari dua jenis yakni transistor PNP dan transistor NPN. Tiga transistor ini diantaranya yaitu terminal emitor, basis dan kolektor.

  • Transistor PNP adalah transistor bipolar yang menggunakan arus listrik kecil serta tegangan negatif pada terminal basis untuk mengendalikan aliran arus dan tegangan yang lebih besar dari emitor dan kolektor.
  • Transistor NPN adalah transistor yang menggunakan arus listrik kecil serta tegangan positif pada terminal basis untuk mengendalikan aliran arus dan tegangan yang lebih besar dai kolektor dan emitor.

Simbol Transistor Bipolar (BJT) bisa dihilat pada gambar diatas.

2. Transistor Efek Medan/ Field Effect Transistor (FET)

Transistor Efek Medan/ Field Effect Transistor atau yang biasa disingkat menjadi FET adalah jenis transistor yang menggunakan listrik untuk mengendalikan konduktifitasnya.

Yang dimaksud dengan medan listrik yaitu tegangan listrik yang diberikan pada terminal Gate (G) untuk mengendalikan aliran arus dan tegangan pada terminal Drain (D) ke terminal Source (S).

Transistor Efek Medan ini sering juga disebut sebagai Transistor Unipolar, karena pengoperasiannya hanya tergantung pada salah satu muatan pembawa saja, apakah muatan pembawa tersebut merupakan elektron maupun hole.

Jenis Transistor Efek Medan/ Field Effect Transistor (FET)

Transistor Efek Medan ini terdiri dari 3 jenis yakni Metal Oxide Semikonduktor Field Effect Transistor (MOSFET), Junction Field Effect Transistor (JFET) dan Uni Junction Transistor (UJT).

  • MOSFET (Metal Oxide Semikonduktor Field Effect Transistor) adalah transistor efek medan yang menggunakan isolator (biasanya menggunakan Silikon Dioksida atau SiO2) diantara gerbang (gate) dan kanalnya.
    Mosfet ini terdiri dari dua jenis konfigurasi yakni MOSFET Depletion dan MOSFET Enhancement yang masing-masing jenis MOSFET ini terbagi menjadi MOSFET Kanal-P (P-channel) dan MOSFET Kanal-N (N-channel).
    MOSFET terdiri dari tiga kaki terminal yaitu G (Gate), D (Drain) dan S (Source).
  • JFET (Junction Field Effect Transistor) adalah transistor efek medan yang menggunakan persimpangan (junction) p-n bias terbalik sebagai isolator antara gerbang (gate) dan kanalnya.
    JFET terdiri dari dua jenis yakni JFET Kanal P (P-channel) dan JFET Kanal N (N-channel).
    JFET ini terdiri dari tiga kaki terminal yaitu G (Gate), D (Drain) dan S (Source).
  • UJT (Uni Junction Transistor) adalah jenis transistor yang digolongkan sebagai Field Effect Transistor (FET), karena pengoperasiannya menggunakan medan listrik atau tegangan sebagai pengendalinya.
    Berbeda dengan jenis FET lainnya, UJT mempunyai dua terminal basis, yaitu B1, B2 dan 1 terminal Emitor.
    UJT digunakan khusus sebagai pengendali (switch) dan tidak dapat dipergunakan sebagai penguat seperti jenis transistor lainnya.

Konfigurasi Transistor

Untuk bisa menjalankan fungsinya, transistor bisa dikonfigurasikan dengan berbeda-beda yang terbagi menjadi tiga jenis.

Setiap jenis konfigurasi ini mempunyai fungsi yang berbeda, sehingga harus diperhatikan bagi kalian yang ingin membuat rangkaian elektronik dengan transistor.

Jenis Konfigurasi Transistor

Pengertian konfigurasi transistor yaitu terbagi menjadi tiga jenis yang fungsinya sebagai pembangkit sinyal, penggeseran fasa sinyal dan lain-lain.

Nah untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah pembahasan mengenai konfigurasi transistor, diantaranya:

1. Common Base

Common base yaitu rangkaian elektronik dengan kaki yang berbasis pada transistor yang saling terhubung. Dalam hal ini, sinyal input penguat ada pada kaki emitor sedangkan outputnya melalui kolektor.

Common base ini biasanya digunakan pada rangkaian penguat sinyal yang sangat kecil. Konfigurasi ini banyak digunakan pada rangkaian elektronik yang frekuensinya diatas 10MHz serta mengutamakan penguatan tegangannya.

2. Common Collector

Common collector yaitu rangkaian elektronik dengan kaki kolektor pada transistor yang saling terhubung. Dalam hal ini, sinyal input penguat ada pada kaki basis, sedangkan outputnya melalui emitor.

Pada dasarnya, nilai tegangan antara masukan dan keluaran pada konfigurasi ini relatif sama. Konfigurasi ini mempunyai sifat fasa sinyal antara input dan output yang terbalik (inverting).

3. Common Emitter

Common emittor yaitu rangkaian elektronik dengan kaki emitor pada transistor yang saling terhubung. Dalam hal ini, sinyal input penguat ada pada kaki basis, sedangkan outputnya melalui kolektor.

Konfigurasi ini adalah salah satu yang paling banyak digunakan dibandingkan dengan yang lainnya. Karena pada Common Emitter akan menguatkan frekuensi dan sinyal yang tinggi.


Demikianlah penjelasan mengenai pengertian transistor, jenis transistor dan konfigurasi transistor. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Sekian sampai jumpa, terimakasih 😀

hanif Seorang perantau yang ingin sukses dengan belajar SEO

Pengertian Uji Hipotesis

hanif
4 min read

Pengertian Desil

hanif
2 min read

Pengertian Skala Likert

hanif
3 min read

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.