Burung murai batu adalah salah satu burung kicau paling populer dan paling diminati di Indonesia. Suaranya yang merdu, kemampuan biroannya yang luar biasa, dan penampilannya yang gagah membuat burung ini sangat dicari oleh para kicau mania.
Mengenal Burung Murai Batu
Murai batu (White-rumped Shama, Copsychus malabaricus) adalah burung pemakan serangga dari famili Muscicapidae. Di Indonesia, burung ini banyak ditemukan di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan beberapa pulau lainnya. Murai batu jantan dikenal dengan:
- Bulu hitam mengkilap di kepala, punggung, dan dada atas.
- Bulu oranye/coklat di dada bawah dan perut.
- Ekor panjang yang khas — semakin panjang semakin bernilai tinggi.
- Suara kicauan yang sangat variatif dan merdu.
Baca Juga: Jenis Tanaman Hias Berdasarkan Tanamannya dan Tempat Tumbuhnya
Memilih Indukan yang Berkualitas
Kunci kesuksesan ternak murai batu dimulai dari pemilihan indukan yang tepat:
Indukan Jantan yang Baik:
- Sehat, lincah, dan aktif bergerak.
- Ekor panjang dan proporsional (minimal sepanjang tubuh).
- Bulu mengkilap dan rapi, tidak ada bulu yang rusak atau rontok berlebihan.
- Rajin bunyi (gacor) dan memiliki variasi suara yang kaya.
- Tidak cacat, mata cerah, dan paruh normal.
- Berasal dari keturunan yang baik jika memungkinkan.
Indukan Betina yang Baik:
- Sehat dengan bulu coklat keabu-abuan yang bersih.
- Tubuh tidak terlalu kurus maupun terlalu gemuk.
- Sudah matang reproduksi (umumnya 1-2 tahun).
- Terlihat tenang namun waspada.
- Tidak memiliki riwayat gagal kawin atau gagal mengerami telur.
Baca Juga: Cara Memelihara Kura Kura Serta Cara Merawatnya
Persiapan Kandang Ternak
Kandang yang tepat sangat menentukan keberhasilan perkawinan dan perkembangan anakan:
- Ukuran Kandang — Minimal 2m × 1m × 2m (panjang × lebar × tinggi). Kandang lebih besar lebih baik.
- Material — Kawat ram dengan rangka besi atau kayu. Pastikan tidak ada bagian tajam yang bisa melukai burung.
- Lokasi — Jauh dari keramaian dan predator. Mendapat sinar matahari pagi secukupnya.
- Kandang Dalam Ruangan vs Luar Ruangan — Keduanya bisa berhasil, tergantung kondisi cuaca daerah setempat.
Perlengkapan Kandang:
- Sangkar Penangkaran — Kotak sarang dari kayu atau bambu, ukuran 20×15×15 cm, diisi alas nesting material.
- Material Sarang — Daun kering, ijuk, atau serat kelapa untuk burung membuat sarang.
- Tempat Makan dan Minum — Posisi tidak langsung di bawah sangkar sarang.
- Tenggeran — Beberapa tenggeran dari kayu alam dengan diameter 1-1.5 cm.
- Tanaman / Ranting — Memberikan rasa aman dan alami bagi burung.
Baca Juga: Pengertian Tanaman Pangan: Tujuan Budidaya, Ciri-Ciri dan Manfaatnya
Proses Perjodohan (Mating)
- Perkenalan Bertahap — Tempatkan kandang jantan dan betina berdekatan selama 1-2 minggu agar saling mengenal tanpa kontak langsung.
- Cek Kesiapan — Jantan yang siap akan aktif berkicau di dekat betina. Betina yang siap akan mengepak-kepak sayap dan memberi respons.
- Penyatuan — Masukkan betina ke kandang penangkaran berisi jantan. Awasi selama 1-2 jam pertama untuk memastikan tidak ada perkelahian.
- Tanda Kawin Berhasil — Jantan terlihat memberi makan betina (courtship feeding), dan betina mulai aktif mengumpulkan material sarang.
Baca Juga: Tanaman dan Tumbuhan: Pengertian, Perbedaan, Manfaat dan Jenisnya
Masa Bertelur dan Pengeraman
- Betina biasanya bertelur 3-5 butir per musim.
- Masa pengeraman 12-14 hari.
- Selama masa ini, jangan ganggu betina yang sedang mengerami.
- Pastikan pakan berlimpah, terutama pakan hidup (serangga) untuk memenuhi kebutuhan protein tinggi.
Baca Juga: Pengertian dan Fungsi Kabel Listrik dalam Sistem Instalasi
Perawatan Pakan (Nutrisi)
Pakan Pokok:
- Jangkrik — Sumber protein utama, berikan 5-10 ekor per hari per burung dewasa.
- Ulat Hongkong — Kaya protein dan lemak, berikan secukupnya (jangan berlebihan karena kadar lemak tinggi).
- Kroto (Telur Semut Rangrang) — Sumber protein premium, tingkatkan pemberian saat musim kawin.
Pakan Tambahan:
- Cacing tanah, jangkrik kalung, belalang kecil, bulu anjing, voer premium.
Perawatan Indukan Betina Menyusui (Piyik):
- Tingkatkan porsi kroto dan jangkrik 2-3x lipat.
- Tambahkan multivitamin dan kalsium dalam air minum.
Baca Juga: 19+ Kata Kata Bijak dan Lucu Bahasa Minang Cocok Buat Story Sosmed
Perawatan Anakan (Piyik)
- Usia 0-14 hari — Anakan sepenuhnya bergantung pada induk. Jangan disturb sarang.
- Usia 14-21 hari — Anakan mulai keluar sarang. Pastikan lantai kandang aman (tidak ada celah).
- Usia 21-30 hari — Pisahkan anakan dari induk (hand-feeding jika diperlukan untuk menjinakkan).
- Pakan Anakan — Kroto halus, jangkrik kecil, voer yang dilembabkan. Berikan 3-5x sehari.
Baca Juga: Pengertian Mikrokontroler dan Struktur Internal Mikrokontroler Lengkap
Harga Pasaran Murai Batu
Harga murai batu sangat bervariasi tergantung kualitas:
- Anakan (trotolan) — Rp 300.000 – Rp 800.000
- Dewasa standar — Rp 800.000 – Rp 2.000.000
- Kualitas lomba — Rp 5.000.000 – Rp 50.000.000+
- Juara kontes — Bisa ratusan juta rupiah
Kesimpulan
Ternak murai batu membutuhkan kesabaran, dedikasi, dan pengetahuan yang cukup. Dengan persiapan yang matang mulai dari pemilihan indukan berkualitas, kandang yang tepat, nutrisi optimal, hingga perawatan anakan yang baik, usaha ternak murai batu bisa menjadi bisnis yang sangat menguntungkan sekaligus hobi yang memuaskan.



