hanif Seorang perantau yang ingin sukses dengan belajar SEO

Pengertian Sensor

pengertian sensor

Pengertian Sensor – Di zaman modern seperti sekarang ini, sensor menjadi sebuah perangkat yang paling sering dijumpai pada beberapa elektronik.

Sensor menjadi sebuah komponen yang berguna pada perangkat elektronik supaya dapat bekerja secara otomatis.

Adanya sensor tentunya sangat membantu kita untuk membantu kegiatan sehari-hari. Seperti adanya CCTV dapat bergerak secara otomatis serta AC yang bisa menyesuaikan suhunya dan masih banyak lagi.

Pada artikel kali ini mimin akan membahas mengenai pengertian sensor, klasifikasi berdasarkan jenis dan jenis-jenisnya. Untuk itu simak pembahasannya dibawah ini.

Pengertian Sensor

Pengertian sensor adalah perangkat yang digunakan untuk mendeteksi perubahan besaran fisik seperti gaya, tekanan, cahaya, besaran listrik, gerakan, suhu, kelembaban, kecepatan dan fenomena-fenomena lingkungan lainnya.

Setelah mengamati terjadinya perubahan, input yang terdeteksi tersebut akan dikonversi menjadi output yang dapat dimengerti oleh manusia.

Baik itu melalui perangkat sensor itu sendiri atau ditransmisikan secara elektronik melalui jaringan untuk ditampilkan atau diolah menjadi informasi yang bermanfaat bagi penggunannya.

Sensor ini dapat digolongkan sebagai transducer input, karena bisa mengubah energi fisik seperti tekanan, gerakan cahaya, suhu atau energi fisik lainnya menjadi sinyal listrik atau resistansi yang kemudian dikonversikan lagi ke tegangan atau sinyal listrik.

Jenis-Jenis Sensor

pengertian sensor

Berikut ini merupakan jenis-jenis sensor berdasarkan penggunanya, diantaranya:

1. Sensor Suara (Sound Sensor)

Sensor suara merupakan sebuah sensor jenis analog yang bisa digunakan untuk mengukur tingkat suara yang diterimanya.

Cara kerjanya yaitu sensor suara akan menerjemahkan amplitude volume menjadi tegangan listrik untuk selanjutnya ditingkatkan.

Proses pada sensor ini memerlukan beberapa sirkuit didalamnya. Selain itu, sensor ini juga harus menggunakan mikrokontroler bersama dengan mikrofon untuk menghasilkan sinyal output berupa analog.

2. Sensor Cahaya (Light Sensor)

Sensor cahaya adalah sensor analog yang bisa digunakan untuk mendeteksi besaran cahaya yang mengenai perangkat tersebut.

Sensor cahaya ini dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis seperti foto resistor, fotosel dan cadmium sulfide (CdS).

LDR (light dependent resistor) juga merupaka sensor berupa analog yang bisa menyalakan atau mematikan perangkatnya dengan mendeteksi besaran cahaya. Nilai resistansi pada LDR akan naik jika intensitas cahaya yang diterimanya menurun.

3. Akselerometer (Accelerometer)

Akselerometer adalah sensor yang bisa mendeteksi perubahan kecepatan, posisi, goncangan, getaran, orientasi dan kemiringan pada perangkatnya. Jenis akselerometer ini bisa berupa sensor analog ataupun digital.

Berdasarkan pada sinyal output, akselerometer ini menghasilkan tegangan variable konstan dengan jumlah yang diterapkan pada sensor tersebut.

Selain itu, sensor ini dapat dibagi berdasarkan golongan variasi konfigurasi dan sensitivitasnya.

4. Sensor Tekanan (Pressure Sensor)

Sensor tekanan yaitu sebuah sensor yang bisa digunakan untuk mengukur jumlah tekanan yang ada pada sebuah perangkat.

Sensor ini akan menghasilkan sinyal output yang berupa analog yang sebanding dengan jumlah tekanan yang diberikan.

Contohnya seperti sensor piezoelektrik, dimana pada perangkat tersebut bisa mengukur perubahan tekanan ke muatan listrik.

Selain itu, piezoelektrik juga bersifat reversible, sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam pengaplikasian.

5. Sensor Suhu (Temperature Sensor)

Sensor suhu merupakan sebuah sensor yang bisa digunakan untuk mendeteksi suhu atau temperatur disekitanya.

Cara kerja suhu atau temperatur disekitar sensor tersebut akan masuk atau ter-input kedalam perangkat tersebut.

Setelah mendeteksi suhu yang masuk, perangkat tersebut akan menghasilkan sebuah output secara otomatis.

Seperti contohnya yaitu pada AC, alat elektronik tersebut dapat menghasilkan suhu yang sesuai dengan lingkungannya.

6. Sensor Efek Hall (Hall Effect Sensor)

Sensor efek hall adalah sensor yang bisa digunakan untuk mengubah input magnetik menjadi sinyal listrik.

Kemudian sinyal listrik tersebut diolah, sehingga menghasilkan output yang sesuai dengan cara kerja perangkatnya.

Sensor ini sering digunakan untuk mendeteksi kedekatan (proximity), posisi (positioning), kecepatan (speed), arus listrik (current sensing) dan pergerakan arah (directional).

7. Sensor Giroskop (Gyroscope Sensor)

Sensor giroskop yaitu sensor yang bisa digunakan untuk merasakan dan menentukan orientasi dengan bantuan dari gravitasi bumi.

Sebenarnya masih banyak yang bingung tentang perbedaan sensor giroskop dengan akselerometer.

Perbedaannya pada sensor giroskop bisa merasakan rotasi, sedangkan pada akselerometer tidak bisa.

Pengaplikasian sensor ini dapat dilihat pada sebuah smartphone, dimana bisa mendeteksi gerakan kita sesuai dengan gravitasi.

8. Sensor Ultrasonik (Ultrasonic Sensor)

Sensor ultrasonik merupakan sebuah sensor yang bisa digunakan untuk mendeteksi jarak dan kecepatan suatu benda.

Sensor ini dapat bekerja berdasarkan gelombang suara dengan frekuensi lebih besar daripada volume yang dihasilkan manusia.

Dengan menggunakan gelombang suara, sensor ini dapat mengukur jauhnya jarak suatu objek.

Sensor ultrasonik dapat dipergunakan sebagai radar atau navigasi untuk mengetahui keberadaan objek yang ingin dicarinya.

9. Sensor Kelembaban (Humidity Sensor)

Sensor kelembaban adalah sensor yang dapat digunakan untuk mendeteksi tingkat kelembapan disekitarnya.

Tingkat kelembapan tersebut akan mengenai sensor yang berada pada perangkat elektronik dan diolahnya, sehingga menghasilkan output.

Pengukuran tingkat kelembapan ini sangatlah penting untuk menganalisa lingkungan disuatu wilayah, penyimpanan produk yang sensitif dan sebagainya. Biasanya sensor ini seringkali terlihat pada mesin pengering kertas di bidang industri.

10. Sel Beban (Load Cell)

Sel beban (load cell) adalah jenis sensor yang digunakan untuk mengukur berat. Input dari sel beban ini yaitu gaya atau tekanan, sedangkan outputnya adalah nilai tegangan listrik.

Ada beberapa jenis sel beban diantaranya yaitu beam load cell, single point load cell dan compression load cell.

Klasifikasi Sensor Berdasarkan Jensinya

Sensor yang digunakan pada perangkat elektronika umumnya bisa diklasifikasikan menjadi dua jenis yaitu:

  1. Sensor aktif dan sensor pasif
  2. Sensor analog dan sensor digital

1. Sensor Aktif dan Sensor Pasif

Berikut ini merupakan penjelasan mengenai sensor aktif dan sensor pasif.

Sensor Aktif (Active Sensor)

Sensor aktif adalah jenis sensor yang membutuhkan sumber daya eksternal untuk bisa beroperasi. Sifat fisik sensor aktif ini bervariasi sehubungan dengan efek eksternal yang diberikannya.

Sensor aktif ini biasa disebut juga dengan sensor pembangkit otomatis (self generating sensors).

Sensor Pasif (Passive Sensor)

Sensor pasif adalah sensor yang bisa menghasilkan sinyal output tanpa memerlukan pasokan listrik dari eksternal.

Contohnya seperti termokopel (thermocouple) yang menghasilkan nilai tegangan sesuai dengan panas atau suhu yang diterimanya.

2. Sensor Analog dan Sensor Digital

Berikut ini merupakan penjelasan mengenai jenis-jenis sensor berdasarkan sifat analog dan digital.

Sensor Analog

Sensor analog adalah sensor yang menghasilkan sinyal output yang kontinu atau berkelanjutan. Sinyal keluaran kontinu yang dihasilkan oleh sensor analog ini sebanding dengan pengukuran.

Berbagai parameter analog ini diantaranya yaitu suhu, tegangan, pergerakan, tekanan dan lainnya. Contoh sensor analog yaitu akselerometer, sensor tekanan, sensor kecepatan, sensor cahaya dan sensor suhu.

Sensor Digital

Sensor digital adalah sensor yang menghasilkan sinyal keluaran diskrit. Sinyal diskrit akan non-kontinu dengan waktu dan dapat direpresentasikan dalam “bit”.

Sebuah sensor digital biasaya terdiri dari sensor, kabel dan pemancar. Sinyal yang diukur akan diwakili dalam format digital.

Output digital bisa dalam bentuk logika 1 atau logika 0 (ON atau OFF). Sinyal fisik yang diterimanya akan dikonversikan menjadi sinyal digital di dalam sensor itu sendiri tanpa komponen eksternal.

Kabel digunakan untuk transmisi jarak jauh. Contoh sensor digital ini diantaranya yaitu akselerometer, sensor kecepatan digital, sensor tekanan digital, sensor cahaya digital dan sensor suhu digital.


Demikianlah penjelasan mengenai pengertian sensor, klasifikasi berdasarkan jenis dan jenis-jenisnya. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Sekian sampai jumpa, terimakasih 😃

hanif Seorang perantau yang ingin sukses dengan belajar SEO

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.